DJOVANKA NAZARENO * NEKAF MESE ANSAOF MESE * DJOVANKA NAZARENO * ATOIN METO AWAY FROM VIOLENCE
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Kolam Oeluan

Kolam Oeluan

Pepohonan tinggi dan rindang, kesejukan, serta suara nyanyian alam di atara gemercik air seakan mampu mengusir segala kepenatan, memberikan sebuah kenyamanan tersendiri. 
Menurut masyarakat sekitar, dahulu hidup seorang nenek bernama Luan. Di lahan tempat tinggal nenek ini terdapat beberapa sumber mata air. Sumber air ini tidak pernah kering walau pada saat kemarau panjang sekali pun. Masyarakat sekitar dapat memanfaatkan sumber air yang ada di lahan Nenek Luan ini untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari maka dari itulah daerah ini disebut Oeluan. Dalam bahasa bahasa Timor "Oe" berarti air, jadi Oeluan bisa diartikan air dari nenek Luan.
Tempat wisata Oeluan ini berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, tepat di sisi jalan trans Kupang-Atambua. Oleh karena itu, tempat wisata ini sangat mudah dicapai.
Tiket masuk kedalam tempat wisata ini Rp3.000,00 per orang. Biaya masuk kendaraan sekaligus biaya parkir untuk sepeda motor Rp3.000,00 mobil pribadi atau angkutan umum kecil Rp20.000,00 sedangkan bus Rp30.000,00.
Tempat ini ramai di kunjungi pada saat hari-hari libur, adapun para pengunjung bukan hanya sebatas masyarakat kefamenanu saja melainkan dari kabupaten lain seperti, atambua, soe dan kupang.
Selain terdapat beberapa sumber mata air yang alirannya membentuk air terjun kecil, terdapat juga kolam renang serta wahana mainan anak-anak. Sayangnya wahana mainan anak-anak sudah tidak terawat, bahkan ada beberapa yang sudah tidak berfungsi. Air kolam renang senagaja tidak dicampur kaporit karena air dari kolam renang tersebut masih dimanfaatkan untuk mengairi area persawahan penduduk yang luasnya sekitar 70 hektar
READMORE
 

Tarian

Tarian Likurai,
Tarian adat ini ditarikan oleh feto-feto dengan mempergunakan gendang-gendang kecil yang berbentuk lonjong dan terbuka salah satu sisinya dan dijepit di bawah ketiak sambil dipukul dengan irama gembira serta sambil menari dengan berlenggak-lenggok dan diikuti derap kaki yang cepat sebagai ekspresi kegembiraan dan kebanggaan menyambut kedatangan kembali para pahlawan dari medan perang. Mereka mengacung-acungkan pedang atau parang yang berhias perak. Sementara itu beberapa mane (laki-laki) menyanyikan pantun bersyair keberanian, memuja pahlawan.
Pada masa kini, tarian tersebut hanya dipentaskan saat menerima tamu-tamu agung atau pada upacara besar atau acara-acara tertentu.

Tarian Tebe,
Merupakan tarian yang menggambarkan luapan kegembiraan atas suatu keberhasilan ataupun kemenangan dalam suatu pekerjaan. Terian ini terdiri dari beberapa orang penari laki-laki dan perempuan yang saling bergandengan membentuk lingkaran sambil menari dan bernyanyi bersahut-sahutan melantunkan syair-syair dan pantun sambil menghentakkan kaki sesuai irama lagu sebagai wujud luapan kegembiraan.
Tarian yang melibatkan orang ini dulu biasanya dilakukan pada malam hari sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya suatu pekerjaan, misalnya panen, perkawinan, dan lain-lain. Namun dalam perkembangannya tarian ini akhirnya dapat dilakukan kapan saja, terutama siang hari, bilamana ada acara-acara hiburan atau menyambut para tamu.
READMORE
 

Tenun

Bete Tais,
Selain memiliki alam yang indah, kabupaten TTU juga memiliki kebudayaan yang menarik untuk dinikmati.
Mulai dari sistem adat yang unik, kerukunan dalam masyarakat yang kokoh, adat yang kental serta berbagai upacara adat seperti peresmian rumah adat hingga tempat-tempat pemali, semuanya sangat sayang bila dilewatkan. Masyarakat TTU juga memiliki kerajinan tenun ikat yang telah terkenal hingga mancanegara. Tenun ikat paling khas berasal dari daerah Insana. Hampir semua gadis desa harus bisa menguasai teknik tenun ikat sebelum menikah. Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa menghasilkan bete(kain yang dikenakan pria) atau tais(kain yang dikenakan wanita) bagi keluarga juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi mereka selain dari hasil kebun dan lainnya.
READMORE
 

Gua Maria Bitauni

Wisata Rohani

Terletak ditepi jalan utama trans Timor dari Kupang – Belu sampai Dili (Republic Democratic Timor Leste). Berjarak ± 25 km kearah Timur dari Kefamenanu. Merupakan gua alam tempat ziarah utama bagi masyarakat Katolik di TTU dan sekitarnya bahkan di seluruh Indonesia dan manca Negara.

Gua ini berada di sebuah bukit batu yang dikelilingi oleh pepohonan rindang. Gua ini pada mulanya adalah benteng dan tempat persembunyian bagi suku tertentu ketika masih terjadi perang antar suku di wilayah TTU. Pertama kali ditemukan oleh Pater Petrus Noyen, SVD dan Pater Arnoldus Verstraelen, SVD pada tahun 1913. Patung Bunda Maria yang sekarang ditempatkan oleh Pater J. Smit, SVD.

Gua Maria Bitauni yang masih alami, di situ juga tersedia sarana ibadat . Prosesi via dolorosa ini benar-benar menantang, karena kita diajak  jalan menyusuri lorong berbatu dengan kontur badan jalan yang sangat  menanjak menuju ke bukit tersebut. Namun, jangan buru-buru cemas, karena akses menuju gua maria ini telah ditata rapi dengan batu alami. Untuk masuk ke Gua Maria ini.

Misa Jumat Agung bagi umat Katolik di Kecamatan Insana biasanya di laksanakan diareal gua ini. Pada bulan Mei dan Oktober (Bulan Maria) para peziarah harus sabar dalam antrian untuk berdoa karena padatnya peziarah yang datang.

Drama penyaliban Yesus biasanya dilakukan setiap tahun di tempat ini. Tempat ziarah ini sudah diabadikan melalui sebuah lagu rohani karya almarhum Pater  Piet Verharren, SVD dan almarhum Alo de Rosari yang diberi judul Siti Bitauni.
READMORE
 

Tanjung Bastian

Tanjung Bastian

Tanjung Bastian merupakan salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Walaupun  nama Tanjung Bastian tidak sefemiliar tempat wisata lain di Indonesia  namun pesona alam pantai Tanjung Bastian tidak kalah bagusnya dibandingkan objek wisata lain, Setidaknya Tanjung Bastian  memiliki keindahan alam yang sangat mempesona.

Tanjung Bastian terletak di bagian utara kabupaten TTU atau tepatnya di Wini jaraknya 65 km dari Kota Kefamenanu (ibukota kabupaten). Lokasi pantai Tanjung Bastian sangat strategis karena mudah dijangkau baik itu dengan menggunakan bus, travel atau bahkan menggunakan jasa tukang ojek. Pantai Tanjung Bastian terkenal dengan hamparan pasir putihnya yang mencapai puluhkan bahkan ratusan meter, airnya jernih, masyarakatnya setempat pun ramah dan sopan menjadikan Tanjung Bastian sebagai tempat yang aman bagian siapapun yang datang.

Tanjung Bastianpun tersedia dengan beberapa fasilitas seperti : tempat pemandian (kolam renang), Tempat Penginapan (home stay) dan juga arena tanjung bastian sering di jadikan tempat event-event  perlombaan diantaranya Pacuan Kuda dan Lomba Memancing.
Terasa ada yang kurang bila berkunjung ke kefamenanu namun tidak menyempatkan diri tuk nikmati pesona Tanjung Bastian.
READMORE
 

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Recent

Firefly Pointer 2

Windows Live Messenger

diooda